PENDAHULUAN
A. Asal Usul Kata Algoritma
Kata algoritma TIDAK berasal dari kata Yunani (Greek)
seperti algos yang berarti kesakitan akan tetapi merupakan pemelesetan
(corruption) dari nama ahli matematika berkebangsaan Persia yaitu “Abu „Abd
Allah Muhammad ibn Musa al-Khawariezmi” yang diterjemahkan sebagai “Mohammad,
bapak dari Adbdulla, anak dari Musa, si Kwarizmian” (Kwarizm merupakan sebuah
kota tua yang sekarang terletak di Provinsi Xorazm, Uzbekistan). Al-Khawarizmi
dikenal sebagai penulis terkenal risalah Kitab al-jabr wa’l-Muqabala dimana
kata aljabar moderen diturunkan.
Orang barat membaca Al-Khuwarizmi menjadi Algorism yang
sebenarnya tidak berhubungan dengan kata Yunani arithmos yaitu angka akan
tetapi dulunya digunakan untuk menerangkan sistem desimal moderen untuk menulis
dan memanipulasi angka-angka khususnya dalam angka-angka arab.
Perubahan kata dari Algorism menjadi Algorithm muncul
karena kata Algorism sering dipelesetkan (corrupted) dengan Arithmetic,
sehingga akhiran -sm berubah menjadi -thm. Mengingat perhitungan dengan angka
Arab sudah menjadi hal yang biasa, maka lambat laun kata Algorithm berangsur-angsur
dipakai sebagai metode perhitungan (komputasi) secara umum, sehingga kehilangan
makna kata aslinya. Istilah Algorithm dalam Bahasa Indonesia disebut menjadi
Algoritma.
B. Definisi Algoritma
“Algoritma merupakan suatu urutan langkah-langkah (steps)
yang disusun secara logis dan sistematis untuk menyelesaikan suatu masalah dan
dapat dieksekusi. “
Dalam defenisi diatas istilah “komputer” tidak terlihat
sehingga sebuah algoritma tidak selalu berhubungan dengan komputer. Dalam
kehidupan sehari-hari banyak terdapat proses yang dinyatakan dalam suatu
algoritma. Contohnya, cara membuat masakan yang dinyatakan dalam suatu resep
juga dapat disebut sebagai sebuah algoritma. Pada setiap resep selalu ada
urutan langkah-langkah membuat masakan. Bila langkah-langkahnya tidak logis,
maka tidak akan dapat dihasilkan masakan yang diinginkan. Ibu-ibu yang mencoba
suatu resep masakan akan membaca (mengikuti) satu per satu langkah-langkah
pembuatannya lalu ia mengerjakan proses itu sesuai dengan yang ia baca. Secara
umum, pihak (benda) yang mengerjakan proses disebut pemroses (processor).
Pemroses tersebut dapat berupa manusia, komputer, robot atau alat-alat
elektronik lainnya. Pemroses melakukan suatu proses dengan melaksanakan atau
“mengeksekusi” algoritma yang menjabarkan proses tersebut.
Melaksanakan Algoritma berarti mengerjakan
langkah-langkah di dalam Algoritma tersebut. Pemroses mengerjakan proses sesuai
dengan algoritma yang diberikan kepadanya. Juru masak membuat kue berdasarkan
resep yang diberikan kepadanya, pianis memainkan lagu berdasarkan papan not
balok. Karena itu suatu Algoritma harus dinyatakan dalam bentuk yang dapat
dimengerti oleh pemroses. Jadi suatu pemroses harus :
1. Mengerti setiap langkah dalam Algoritma
2. Mengerjakan operasi yang bersesuaian dengan langkah tersebut.
1. Mengerti setiap langkah dalam Algoritma
2. Mengerjakan operasi yang bersesuaian dengan langkah tersebut.
Kata logis merupakan kata kunci dalam sebuah Algoritma
karena setiap langkah dalam Algoritma harus logis (jelas dan pasti) dan harus
dapat ditentukan bernilai salah atau benar. Sebuah algoritma diperbolehkan
tanpa ada input tetapi minimal harus ada 1 output. Jumlah langkah (steps) dalam
sebuah algoritma harus berhingga atau dengan kata lain harus ada akhir proses.
Umumnya sebuah algoritma sering dikaitkan dengan
perhitungan dan mengingat proses perhitungan dilakukan dengan cepat oleh sebuah
komputer maka secara umum sekarang ini sebuah algoritma menjadi selalu
berkaitan dengan komputer. Komputer merupakan suatu alat elektronika yang
mempunyai kemampuan untuk melakukan perhitungan dan membuat keputusan logika
dengan jumlah waktu yang jauh lebih cepat dari kemampuan manusia. Pada saat
ini, sebuah PC (personal computer) dapat melakukan puluhan juta penjumlahan
dalam waktu satu detik. Sebuah output kadang-kadang memerlukan lebih dari satu
algoritma khususnya dalam Penginderaan Jarak Jauh yang umumnya memerlukan
banyak algoritma untuk menghasilkan sebuah output sehingga untuk menghasilkan
sebuah output yang benar dan cepat maka algoritma dalam Penginderaan Jarak Jauh
selalu berhubungan dengan komputer.
Komputer memproses data dengan menggunakan kumpulan
instruksi (langkah) yang disebut program. Program ini memandu komputer untuk
melaksanakan kerja (mengeksekusi perintah) yang secara sistematis dan
berstruktur disusun oleh seseorang yang disebut programmer. Program yang
disusun secara sistematis dan logis dan dapat menyelesaikan masalah
(menghasilkan output) adalah merupakan sebuah algoritma. Secara umum, ada tiga
elemen penting yang harus dimiliki mulai dari pembuatan sebuah algoritma
(brainware), program untuk menjalankan algoritma (software), dan alat untuk
pemrosesan algoritma (hardware) yang secara struktural dapat digambarkan pada
Gambar 1.1. dibawah ini.
Perangkat keras (hardware)
merupakan berbagai peralatan yang terdapat di dalam suatu sistem komputer
seperti papan ketik (keyboard), layar (monitor), disk, memori, dan unit
pemroses (CPU=Central Processing Unit). Perangkat keras sebuah komputer terdiri
dari enam unit (logika) yang saling berhubungan membentuk suatu organisasi
komputer yaitu:
(i) Unit input, yang digunakan untuk menerima masukan data dan/atau program komputer dari berbagai alat masukan (input devices) dan menempatkannya ke unit lain sedemikian rupa sehingga dapat diproses.
(i) Unit input, yang digunakan untuk menerima masukan data dan/atau program komputer dari berbagai alat masukan (input devices) dan menempatkannya ke unit lain sedemikian rupa sehingga dapat diproses.
(ii) Unit output, yang
digunakan untuk menyimpan data atau informasi yang telah diproses oleh komputer
dan menempatkannya pada berbagai alat output (output devices) sehingga dapat
digunakan oleh pengguna.
(iii) Unit memori, yang
sering disebut sebagai memori utama digunakan untuk menyimpan atau menampung
masukan dari unit input, sehingga data (informasi) tersebut selalu tersedia
untuk diproses pada saat dibutuhkan.Unit ini juga menampung hasil proses
komputer sampai diperlukan oleh unit output.
(iv) ALU(Arithmetic and Logic
Unit), yang bertugas untuk melakukan operasi aritmetika (perhitungan) seperti
penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Disamping itu, ALU juga
bertugas untuk melakukan keputusan dari suatu operasi logika dasar maupun
operasi boolean sesuai dengan instruksi program seperti sama dengan (=), tidak
sama dengan (≠), kurang dari (<), kurang atau sama dengan (), dan lebih
besar atau sama dengan (>), dan lain-lain.
(v) CPU (Central Processing
Unit) merupakan ”brain” atau ”processor” dari sebuah komputer yang merupakan
koordinator dan penanggung jawab bagi operasi unit-unit lainnya. Unit ini
menyampaikan informasi pada unit input, menentukan kapan informasi harus dibaca
ke dalam unit memori, dan pada unit output, kapan harus mengirim informasi dari
memori ke alat-alat output.
(vi) Secondary storage unit,
yaitu media penyimpan data dan/atau program yang non-volatile berupa Flash
Drive, Optical Disc, Magnetic Disk, Magnetic Tape. Media ini biasanya daya
tampungnya cukup besar dengan harga yang relatif murah.
Program untuk menjalankan suatu komputer disebut dengan perangkat lunak (software). Dalam perangkat lunak termasuk sistem operasi, bahasa pemrograman, dan program aplikasi. Sistem operasi (operating system) atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan layanan inti dan umum maupun kontrol dan manajemen perangkat keras (hardware) serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan kernel suatu Sistem Operasi.
Sistem Operasi bisa juga
berfungsi sebagai penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software.
Sistem Operasi ini melakukan semua tugas-tugas penting dalam komputer, menjamin
aplikasi-aplikasi yang berbeda dapat berjalan secara bersamaan dengan lancar,
menjamin aplikasi software lainnya dapat menggunakan memori, melakukan input
dan output terhadap peralatan lain, dan memiliki akses kepada sistem file.
Bilamana beberapa program aplikasi berjalan secara bersamaan, maka
Sistem Operasi akan mengatur
jadwal yang tepat, sehingga sedapat mungkin semua proses yang menggunakan
prosesor (CPU) akan berjalan dengan lancar dan tidak saling mengganggu. Dalam
banyak kasus, Sistem Operasi menyediakan suatu pustaka dari fungsi-fungsi
standar, dimana aplikasi lain dapat memanggil fungsi-fungsi itu, sehingga dalam
setiap pembuatan program baru, tidak perlu membuat fungsi-fungsi tersebut dari
awal.
Secara umum sebuah Sistem
Operasi terdiri dari 5 (lima) bagian:
(1) Mekanisme boot yaitu meletakkan kernel ke dalam memory
(2) Kernel yaitu inti dari sebuah Sistem Operasi
(3) Command Interpreter atau shell yang bertugas membaca input dari pengguna
(4) Library (pustaka) yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang
dapat dipanggil oleh aplikasi lain
(5) Driver untuk berinteraksi
(1) Mekanisme boot yaitu meletakkan kernel ke dalam memory
(2) Kernel yaitu inti dari sebuah Sistem Operasi
(3) Command Interpreter atau shell yang bertugas membaca input dari pengguna
(4) Library (pustaka) yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang
dapat dipanggil oleh aplikasi lain
(5) Driver untuk berinteraksi
Dewasa ini, sebagian besar Sistem Operasi membolehkan beberapa aplikasi berjalan secara simultan pada waktu yang bersamaan yang disebut sebagai Multi-tasking Operating System. Beberapa contoh Sistem Operasi yang berkembang saat ini adalah MS-DOS, Microsoft Windows, Unix, Linux, dan Mac-OS. Dalam kuliah ini akan dipelajari Sistem Operasi MS-DOS, Microsoft Windows, dan Linux. Sedangkan bahasa pemrograman akan digunakan Interactive Data Language (IDL) software yang dikeluarkan oleh ITTS Inc. Software ini akan dipelajari dan dikembangkan untuk menghasilkan sebuah algoritma untuk aplikasi penginderaan jarak jauh.
C. Tipe-tipe Algoritma Berdasarkan Format Penulisan
Algoritma adalah independen
terhadap bahasa pemrograman tertentu, artinya algoritma yang telah dibuat tidak
boleh hanya dapat diterapkan pada bahasa pemrograman tertentu. Penulisan
algoritma tidak terikat pada suatu aturan tertentu, tetapi harus jelas
maksudnya untuk tiap langkah algoritmanya. Namun pada dasarnya algoritma dibagi
menjadi beberapa macam berdasarkan format penulisannya, yaitu:
1. Deskriptif
Algoritma bertipe deskriptif
maksudnya adalah algoritma yang ditulis dalam bahasa manusia sehari-hari
(misalnya bahasa Indonesia atau bahasa Inggris) dan dalam bentuk kalimat.
Setiap langkah algoritmanya diterangkan dalam satu atau beberapa kalimat.
Sebagai contoh misalnya
algoritma menentukan bilangan terbesar dari 3 bilangan berikut ini:
PENGENALAN FLOWCHART
Pengenalan Flowchart
Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan
urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya. Gambaran ini dinyatakan
dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu.
Sedangkan hubungan antar proses digambarkan dengan garis penghubung.
Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan program.
Dengan adanya flowchart urutan poses kegiatan menjadi lebih jelas. Jika ada
penambahan proses maka dapat dilakukan lebih mudah. Setelah flowchart selesai
disusun, selanjutnya pemrogram (programmer) menerjemahkannya ke bentuk program
dengan bahsa pemrograman.
Pengenalan Flowchart
Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan
urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya. Gambaran ini dinyatakan
dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu.
Sedangkan hubungan antar proses digambarkan dengan garis penghubung.
Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan program.
Dengan adanya flowchart urutan poses kegiatan menjadi lebih jelas. Jika ada
penambahan proses maka dapat dilakukan lebih mudah. Setelah flowchart selesai
disusun, selanjutnya pemrogram (programmer) menerjemahkannya ke bentuk program
dengan bahsa pemrograman.
Jenis jenis Flowchart
Ada beberapa jenis flowchart
diantaranya:
- Bagan alir sistem (systems flowchart).
- Bagan alir dokumen (document flowchart).
- Bagan alir skematik (schematic flowchart).
- Bagan alir program (program flowchart).
- Bagan alir proses (process flowchart).
System Flowchart
System flowchart dapat didefinisikan
sebagai bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem.
Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam
sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem.
Document Flowchart
Bagan alir dokumen (document
flowchart) atau disebut juga bagan alir formulir (form
flowchart) atau paperwork flowchart merupakan bagan alir yang
menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.
Schematic Flowchart
Bagan alir skematik (schematic
flowchart) merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem, yaitu
untuk menggambarkan prosedur di dalam sistem. Perbedaannya adalah, bagan alir
skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem, juga menggunakan
gambar-gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. Maksud penggunaan
gambar-gambar ini adalah untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang kurang
paham dengan simbol-simbol bagan alir. Penggunaan gambar-gambar ini
memudahkan untuk dipahami, tetapi sulit dan lama menggambarnya.
Program
Flowchart
Bagan alir program (program
flowchart) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci
langkah-langkah dari proses program. Bagan alir program dibuat dari derivikasi
bagan alir sistem.
Bagan alir program dapat terdiri dari dua macam, yaitu bagan alir logika program (program logic flowchart) dan bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart). Bagan alir logika program digunakan untuk menggambarkan tiap-tiap langkah di dalam program komputer secara logika. Bagan alat- logika program ini dipersiapkan oleh analis sistem. Gambar berikut menunjukkan bagan alir logika program. Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flow-chart) digunakan untuk menggambarkan instruksi-instruksi program komputer secara terinci. Bagan alir ini dipersiapkan oleh pemrogram.
Bagan alir program dapat terdiri dari dua macam, yaitu bagan alir logika program (program logic flowchart) dan bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart). Bagan alir logika program digunakan untuk menggambarkan tiap-tiap langkah di dalam program komputer secara logika. Bagan alat- logika program ini dipersiapkan oleh analis sistem. Gambar berikut menunjukkan bagan alir logika program. Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flow-chart) digunakan untuk menggambarkan instruksi-instruksi program komputer secara terinci. Bagan alir ini dipersiapkan oleh pemrogram.
Process
Flowchart
Bagan alir
proses (process flowchart) merupakan bagan alir yang banyak
digunakan di teknik industri. Bagan alir ini juga berguna bagi analis sistem
untuk menggambarkan proses dalam suatu prosedur.
Simbol-simbol flowchart
Flowchart disusun dengan simbol-simbol. Simbol ini
dipakai sebagai alat bantu menggambarkan proses di dalam program. Simbol-simbol
yang dipakai antara lain :
Yaitu simbol yang digunakan untuk menghubungkan antara
simbol yang satu dengan simbol yang lain. Simbol ini disebut juga connecting
line.
Terminator Symbol
Yaitu simbol untuk permulaan (start) atau akhir (stop)
dari suatu kegiatan
Connector Symbol
Yaitu simbol untuk keluar – masuk atau penyambungan
proses dalam lembar / halaman yang sama.
Connector Symbol
Yaitu simbol untuk keluar – masuk atau penyambungan
proses pada lembar / halaman yang berbeda.
Processing Symbol
Simbol yang menunjukkan pengolahan yang dilakukan oleh
komputer
Simbol Manual Operation
Simbol yang menunjukkan pengolahan yang tidak dilakukan
oleh komputer
Simbol Decision
Simbol pemilihan proses berdasarkan kondisi yang ada.
Simbol Input-Output
Simbol yang menyatakan proses input dan output tanpa
tergantung dengan jenis peralatannya
Simbol Manual Input
Simbol untuk pemasukan data secara manual on-line
keyboard
Simbol Preparation
Simbol untuk mempersiapkan penyimpanan yang akan
digunakan sebagai tempat pengolahan di dalam storage.

Simbol untuk pelaksanaan suatu bagian
(sub-program)/prosedure
Simbol Display
Simbol yang menyatakan peralatan output yang digunakan
yaitu layar, plotter, printer dan sebagainya.
Simbol disk and On-line Storage
Simbol yang menyatakan input yang berasal dari disk atau
disimpan ke disk.
Kaidah-kaidah pembuatan Flowchart :
Dalam pembuatan flowchart tidak ada rumus atau patokan
yang bersifat mutlak. Karena flowchart merupakan gambaran hasil pemikiran dalam
menganalisa suatu masalah dengan komputer. Sehingga flowchart yang dihasilkan
dapat bervariasi antara satu pemrogram dengan pemrogram lainnya.
Namun secara garis besar, setiap pengolahan selalu
terdiri dari tiga bagian utama, yaitu;
1. Input berupa bahan mentah
2. Proses pengolahan
3. Output berupa bahan jadi.
Untuk pengolahan data dengan komputer, dapat dirangkum
urutan dasar untuk pemecahan suatu masalah, yaitu;
START: berisi instruksi untuk persiapan perlatan yang
diperlukan sebelum menangani pemecahan masalah.
READ: berisi instruksi untuk membaca data dari suatu
peralatan input.
PROCESS: berisi kegiatan yang berkaitan dengan
pemecahan persoalan sesuai dengan data yang dibaca.
WRITE: berisi instruksi untuk merekam hasil kegiatan
ke perlatan output.
END: mengakhiri kegiatan pengolahan
Dari gambar flowchart di atas terlihat bahwa suatu
flowchart harus terdapat proses persiapan dan proses akhir. Dan yang menjadi
topik dalam pembahasan ini adalah tahap proses. Karena kegiatan ini banyak
mengandung variasi sesuai dengan kompleksitas masalah yang akan dipecahkan.
Walaupun tidak ada kaidah-kaidah yang baku dalam penyusunan flowchart, namun
ada beberapa anjuran yaitu:
Hindari pengulangan proses yang tidak perlu dan logika
yang berbelit sehingga jalannya proses menjadi singkat
Penggambaran flowchart yang simetris dengan arah yang
jelas.
Sebuah flowchart diawali dari satu titik START dan
diakhiri dengan END.
Pedoman
Membuat Flowchart
Bila seorang analis dan programmer akan membuat
flowchart, ada beberapa petunjuk yang harus diperhatikan, seperti:
- Flowchart
digambarkan dari halaman atas ke bawah dan dari kiri kekanan.
- Aktivitas yang
digambarkan harus didefinisikan secara hati-hati dan definisi ini harus
dapat dimengerti oleh pembacanya.
- Kapan aktivitas
dimulai dan berakhir harus ditentukan secara jelas.
- Setiap langkah
dari aktivitas harus diuraikan dengan menggunakan deskripsi kata kerja
- Setiap langkah
dari aktivitas harus berada pada urutan yang benar.
- Lingkup dan
range dari aktifitas yang sedang digambarkan harusditelusuri dengan
hati-hati. Percabangan-percabangan yang memotong aktivitas yang sedang
digambarkan tidak perlu digambarkan pada flowchart yang sama. Simbol
konektor harus digunakan dan percabangannya diletakan pada halaman yang
terpisah atau hilangkan seluruhnya bila percabangannya tidak berkaitan
dengan sistem.
- Gunakan simbol-simbol flowchart yang standar.
Pseudocode
Pseudo berarti imitasi dan
code berarti kode yang dihubungkan dengan instruksi yang ditulis dalam bahasa
komputer (kode bahasa pemrograman). Apabila diterjemahkan secara bebas, maka
pseudocode berarti tiruan atau imitasi dari kode bahasa pemrograman.
Pada dasarnya, pseudocode
merupakan suatu bahasa yang memungkinkan programmer untuk berpikir terhadap
permasalahan yang harus dipecahkan tanpa harus memikirkan syntax dari bahasa
pemrograman yang tertentu. Tidak ada aturan penulisan syntax di dalam
pseudocode. Jadi pseudocode digunakan untuk menggambarkan logika urut-urutan
dari program tanpa memandang bagaimana bahasa pemrogramannya.
Walaupun pseudocode tidak ada
aturan penulisan syntax, di dalam buku ini akan diberikan suatu aturan-aturan
penulisan syntax yang cukup sederhana agar pembaca dapat lebih mudah dalam
mempelajari algoritma-algoritma yang ada di dalam buku ini. Pseudocode yang
ditulis di dalam buku ini akan menyerupai (meniru) syntax-syntax dalam bahasa
Pascal. Namun dibuat sesederhana mungkin sehingga tidak akan ada kesulitan bagi
pembaca untuk memahami algoritma-algoritma dalam buku ini walaupun pembaca
belum pernah mempelajari bahasa Pascal.
Buku-buku teks dan publikasi ilmiah yang membahas tentang ilmu
komputer serta komputasi numerik sering menggunakan kode palsu dalam
mendeskripsikan suatu algoritma dengan tujuan agar programer dapat memahaminya
meskipun mereka tidak memahami bahasa pemrograman yang digunakan. Dalam
buku-buku teks biasanya disertakan pula pengantar yang membahas tentang notasi
dan konvensi yang digunakan, termasuk di dalamnya notasi dan konvensi yang
digunakan pada kode palsu. Tingkat kejelasan secara lebih detail atas
penggunaan suatu bahasa pemrograman kadang-kadang digunakan pula sebagai
pendekatan — sebagai contoh, buku teks Donald Knuth "The Art of
Computer Programming" menggunakan bahasa assembly untuk
mikroprosesor yang sebenarnya tidak ada.
Seorang programer yang akan mengimplementasikan suatu algoritma yang bersifat
spesifik, utamanya algoritma yang masih belum begitu dikenalinya, umumnya
menggunakan kode palsu sebagai penjelasan, kemudian ia akan dengan mudah
"menerjemahkan" penjelasan tersebut ke dalam bahasa pemrograman dan
mengubahsuai agar dapat berinteraksi secara benar dalam program secara
keseluruhan. Programer dapat pula memulai sebuah proyek dengan membuat sketsa
kode dengan menggunakan kode palsu di atas kertas sebelum menulisnya dalam
bahasa pemrograman yang sesungguhnya, sebagai mana dilakukan dalam pendekatan
"top-down".
Sintaksis
Kode palsu umumnya tidak mengikuti aturan umum yang berlaku pada suatu
bahasa pemrograman; dalam arti tidak ada suatu bentuk standar yang sistematik,
namun meskipun penulis umumnya menggunakan tata cara ataupun sintaksis, contoh
struktur kontrol, dari bahasa pemrograman umum yang digunakan. Umumnya
sintaksis yang populer digunakan menggunakan sintaksis bahasa pemrograman Pascal, BASIC, C, C++, Java, Lisp, dan ALGOL. Deklarasi variabel umumnya
tidak digunakan, begitu pula halnya dengan blok kode yang seringkali digantikan
dengan satu baris penjelasan dalam bahasa manusia (natural).
Bentuk serta corak dari kode palsu bisa sangat beragam bergantung pada
penulis dari masing-masing publikasi dan buku teks tersebut, dari yang model
kode palsu paling sederhana hingga sangat detail sehingga hampir serupa dengan
bahasa pemrograman yang sesungguhnya.
Contoh
<variable> = <expression>
if <condition>
do stuff
else
do other stuff
while <condition>
do stuff
for <variable> from <first value> to <last value> by <step>
do stuff with variable
function <function name>(<arguments>)
do stuff with arguments
return something
<function name>(<arguments>) // Function call
<variabel> = <nilai>
jika <kondisi>
lakukan sesuatu
lain
lakukan yang lain
ketika <kondisi>
Lakukan sesuatu
untuk <variabel> dari <awal> ke <akhir> dengan <langkah>
lakukan dengan variabel
fungsi <nama_fungsi>(<argumen>)
lakukan sesuatu dengan argumen
hasilkan sesuatu
<variabel> = <nama_fungsi>(<argumen>) //Pemanggilan fungsi dengan hasil ke variabel
Atau
<nama_fungsi>(<argumen>) //Pemanggilan fungsi
Contoh algoritma menentukan
bilangan terbesar dari tiga bilangan yang ditulis dalam bentuk pseudocode
bergaya buku ini.
Sumber :














